12 Mei 2012

Inilah Kisah Wartawan Yang Tersesat di Gunung Salak Saat Meliput Sukhoi


Dua wartawan, Ade Danhur dan Ray Jordan, sempat tersesat saat ikut ke lokasi kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Puncak I Gunung Salak. Setelah ditemukan tim SAR, kedua berbagi cerita mengapa mereka sampai bisa kesasar di gunung yang terkenal dengan medan sulit itu.

Ade dan Jordan tiba Posko Utama Evakuasi Embrio Penangkaran Sapi, Cipelang, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 12 Mei 2012, sekitar pukul 11.15 WIB.

Ade pun menceritakan kenapa dia bersama Jordan sampai tersesat. Kata Ade, dia bertemu dengan Jordan di Puncak Salak I, dekat dengan tebing yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100. Karena kedalaman tebing yang dalam dan curam, keduanya memutuskan untuk tidak turun lembah.

"Yang turun itu Kopassus (Komando Pasukan Khusus) sama Tim Garuda pakai tambang. Tapi Tim Garuda ini naik lagi, dia bilang medannya parah. Jadi cuma Kopassus yang terus ke turun sampai dasar lembah," kata dia.

Di sana, lanjut Ade, mereka bertemu dengan dua anggota dari Jakarta Rescue. Dua anggota Rescue itu hendak turun ke bawah. Maka Ade dan Jordan memutuskan untuk turun ke bawah bersama mereka, karena mengetahui jalur ini bukanlah jalur umum pendaki.

"Itu kan jalur yang baru dibuka. Tapi dua orang Jakarta Rescue itu malah memutuskan untuk naik ke atas. Di situ kami bingung. Akhirnya saya sama Jordan memutuskan lanjut turun ke bawah. Karena kondisi kami sudah tidak memungkinkan untuk naik ke atas lagi," kata dia.

Di situlah dia bersama Jordan mulai kehilangan arah dan terpaksa membuka jalur kembali. "Tapi anehnya setiap kali kami buka jalur, itu jalur hilang lagi pas kami lihat ke belakang. Lihat ke depan juga jalurnya tertutup," kata Ade.

Mereka pun berteriak, meski tahu di gunung dilarang berteriak. Sampai akhirnya teriakan mereka mendapat balasan teriakan dari atas yang kemudian diketahui itu adalah tim Badan SAR Nasional. "Kami akhirnya menemukan bekas bivak Marinir, karena masih ada bekas ransum Marinir. Kami putuskan bermalam di situ. Sambil masih berteriak memberi tahu posisi kami," kata dia.

Ade yang memang memiliki pengalaman naik gunung ini mengatur agar persediaan logistik miliknya cukup untuk berdua. "Air cuma sebotol kecil. Jordan minta, saya enggak kasih. Saya bilang tahan. Makan cuma satu biskuit aja," kata dia.

Beruntung, esok harinya sekitar pukul 08.45 WIB mereka bertemu dengan salah seorang anggota Brimob yang kemudian menuntun keduanya berjalan turun sampai bertemu tim Basarnas. "Alhamdulilah akhirnya saya dan Jordan selamat," kata dia.

Sementara itu, Jordan pun mengakui, jika logistik yang dipersiapkan seadanya. "Saya akui saya kurang persiapannya," kata Jordan yang merupakan wartawan Detikcom ini.

Sesampainya di posko, keduanya pun mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh tim evakuasi, seperti Marinir, Kopassus, Brimob, Basarnas, PMI, dan masyarakat. Karena pertolongan tim evakuasi itu, keduanya dapat selamat. "Kami mau mengucapkan terima kasih kepada tim evakuasi," kata Ade, yang merupakan pewarta foto dari media Balipost.
Keduanya tidak mendapat perawatan insentif karena masih dalam keadaan sehat. Ade mengatakan, dirinya memang sudah mempersiapkan untuk meliput di Gunung Salak. Karenanya, dia sudah membawa persediaan logistik yang cukup. "Saya memang sering naik ke Salak. Jadi saya persiapan semuanya," kata Ade. "Tapi Jordan ternyata enggak bawa persediaan logistik, cuma seadanya." (sumber)

http://noveloke.co.cc/cooment.gif
Jangan Lupa Di Like Ya Gan


Description: Inilah Kisah Wartawan Yang Tersesat di Gunung Salak Saat Meliput Sukhoi Rating: 4.5 Reviewer: Zonna Info - ItemReviewed: Inilah Kisah Wartawan Yang Tersesat di Gunung Salak Saat Meliput Sukhoi