4 Juli 2012

Duh! Wabah Rokok Popeye Menyerang Anak-anak di Jakarta



Cap Indonesia sebagai negara perokok terbesar rupanya semakin diakui dunia. Pasalnya anak di usia dini saja kini sudah diajari bagaimana caranya merokok.

Seperti yang dilaporkan media asing Daily Mail, Rabu (04/07/2012), Anak-anak di Indonesia kini sedang terjangkit wabah merokok dengan kehadiran sebuah produk baru yang sangat mirip dengan rokok pipa yang dihisap oleh tokoh kartun 'Popeye si Pelaut'.

Menyesuaikan dengan tokohnya, produk baru ini dinamakan 'Popeye Lauts'. Dalam laporannya, Daily Mail menemukan rokok mainan ini sangat laris diperjual belikan kepada anak-anak di kawasan Jakarta.

Berbeda dengan rokok asli, asap yang keluar dari rokok ini memang bukan berasal dari tembakau, melainkan dari es kering yang disematkan di lubang pipa. Mereka meniup dari batang pipa dan asap pun langsung keluar dari mangkuk pipa.

Rokok pipa mainan ini dijual bebas bersama dengan es krim. Harga yang dibanderol pun hampir sama dengan harga satu batang rokok asli, yakni Rp 1000.

Meski hanya berupa mainan, produk yang satu ini jelas memberikan dampak negatif. Apalagi pangsa pasar yang dituju adalah anak-anak yang berusia antara usia 3 sampai 7 tahun. Dengan kata lain, generasi penerus bangsa kita telah diajarkan bagaimana caranya merokok sejak usia dini.




Produk rokok mainan baru, Popeye Laut.

Sebagai catatan, jumlah perokok Indonesia saat ini merupakan ketiga terbesar di dunia setelah China dan India. Jumlah perokok di Indonesia diperkirakan terus meningkat karena konsumsi rokok remaja laki-laki yang tahun 1995 hanya 13,7 persen naik menjadi 37,3 persen tahun 2007.


Banyak anak-anak yang menyukai rokok mainan ini.


Cuma Rp 1000, harga yang dibanderol untuk rokok mainan tersebut

Yang lebih miris lagi, mayoritas para perokok yang ada di Indonesia berasal dari kalangan menengah kebawah dengan pendapatan yang pas-pasan. Sebagai tambahan informasi, bukti mencandunya masyarakat terhadap rokok di Indonesia dapat dilihat dari gelar orang paling kaya di negeri ini. Seperti yang dilansir Forbes, gelar orang paling kaya di Indonesia didominasi oleh para pengusaha rokok, dimana peringkat pertama ditempati oleh pemilik perusahaan rokok Gudang Garam.

Usaha pemerintah untuk mengurangi jumlah perokok dengan mengajukan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Tembakau saa ini menghadapi jalan buntu karena adanya penolakan dari para pengusaha rokok serta anekdot lama mengenai nasib para petani tembakau. Padahal Kehadiran RPP tembakau, hanya bertujuan melindungi para perokok non-aktif di Indonesia dari bahaya Rokok. Tak ada satupun poin di RPP Tembakau yang menyatakan pembatasan terhadap produksi rokok kretek di Indonesia. Dengan begitu tak ada alasan sebenarnya bagi industri rokok menolak RPP Tembakau.

Hingga kabar ini dinaikkan, belum ada keterangan lebih detil mengenai perusahaan yang membuat rokok mainan tersebut. Namun mengingat dampak negatif yang dirasakan, ada baiknya seluruh pihak mulai sadar dan mengajarkan pentingnya nilai kesehatan kepada penerus kita di masa mendatang. (sumber)
Description: Duh! Wabah Rokok Popeye Menyerang Anak-anak di Jakarta Rating: 4.5 Reviewer: Zonna Info - ItemReviewed: Duh! Wabah Rokok Popeye Menyerang Anak-anak di Jakarta