Dari awalnya obrolan dengan beberapa orang rekan saya yang memang lulusan sekolah penerbangan, ada yang menyebutkan kemungkinan kalau peralatan navigasi pesawat terganggu akibat sinyal HP dari penumpang. Nah, terkait hal itu saya coba gogling lagi mencari berita seputar kecelakaan Sukhoi. Ternyata ada tulisan yang mendukung opini saya dan rekan tdai malam. Dimana didapatkan fakta adanya sejumlah penumpang pesawat Sukhoi itu ternyata mengaktifkan HPnya saat pesawat sedang terbang. Terbukti sejumlah panggilan ke HP mereka nyambung. Padahal ini sangat tak diperbolehkan dan bisa membahayakan penerbangan.
Misalnya telepon seluler alias HP dua wartawan majalah Angkasa, masih aktif saat dihubungi pukul 17.00 WIB. Tapi keduanya tidak mengangkat telepon. Demikian juga seorang istri yang mengontak suaminya di Sukhoi itu juga aktif HPnya. Apakah karena para penumpang itu menganggap Sukhoi kali ini adalah dalam penerbangan Joy flight? di luar jalur penerbangan komersial biasa? Nah, apakah sinyal HP yang masih menyala ini juga mempengaruhi penerbangan itu?
Fakta pendukung lainnya dari berbagai media menyebutkan bahwa menurut Kementerian Perhubungan, hilang kontak antara pengawas lalu lintas udara Bandara Soekarno Hatta berselang 21 menit setelah adanya permintaan untuk turun dari ketinggian 10 ribu menuju 6.000 kaki. Namun, ketika mau dijawab, kontak terputus dan pesawat Rusia itu dinyatakan hilang. Kenapa bisa?
Kenapa tidak boleh menyalakan Handphone di pesawat?
Memang dalam masa-masa sekarang banyak ponsel modern yang sudah bisa dibilang safety untuk pesawat tetapi tidak semua, apalagi di negara kita ini negara Indonesia... anda tahu sendiri banyak ponsel-ponsel murah beredar dan juga banyak ponsel-ponsel yang tidak jelas merk dan asalnya dari mana...
Sejak Anda menginjakkan kaki ke dalam sampai melangkah ke luar dari pesawat udara, HP Anda harus dimatikan. Mengapa ? Jelaskan saja bahwa komputer dan banyak peralatan pesawat ini banyak sekali bergantung kepada gelombang radio atau gelombang elektromagnetik untuk menjalankan berbagai tugas atau fungsi, termasuk berkomunikasi dengan menara kontrol, navigasi atau penerbangan, dan pengaturan udara di dalam kabin. Jika HP Anda tetap hidup, walaupun Anda tidak menerima atau mengirim SMS atau bertelepon, signal elektromagnetik HP tetap dipancarkan.
Tujuannya adalah memberitahu komputer di jaringan selular bahwa HP dalam keadaan aktif dan dapat dihubungi. Karena itu, sebaiknya waktu check in petugas harus menanyakan apakah ada HP dan alat elektronik yang berada dalam bagasi dan jika ada apakah sudah dimatikan. Mengapa hal ini penting? Karena jika HP dan alat elektronik itu masih hidup tetap saja gelombang elektromagentik dipancarkan. Bahayanya sama dengan jika alat-alat itu dibawa penumpang ke kabin.
Sebelum pesawat bergerak ke landasan untuk take off dan waktu pesawat berjalan menuju apron setelah mendarat, pilot tetap berkomunikasi dengan menara kontrol. Alasan yang lain yang perlu dikemukakan adalah dalam kabin yang tertutup dengan padat dan simpang siurnya gelombang elektromagetik yang digunakan oleh komputer dan peralatan pesawat, sekian banyak HP penumpang yang dihidupkan dan dipakai untuk mengirim dan menerima SMS serta untuk bertelepon mengkibatkan semakin banyak gelombang elektromagnetik dapat terjebak dalam tubuh pesawat yang tertutup.
Karena, gelombang elektromagnetik dapat terjebak dalam ruang tertutup yang penuh dengan logam, baik logam dalam pesawat dan logam yang ada dalam koper dan tas penumpang dan kargo. Gelombang yang terjebak ini mudah menyebabkan HP atau pesawat meledak. Karena itu, para peneliti gelombang HP melarang penggunaan HP karena dapat mengakibatkan HP atau pesawat meledak walaupun pesawat dalam posisi berhenti dan berjalan menuju ke landasan pacu atau dari landasan ke apron.
Bentuk gangguan Akibat sinyal HP di pesawat
Arah terbang melenceng, Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu , Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan bakar, Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan
oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas diakibatkan oleh CD & game. Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.
Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.
Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada di bawahnya.
Sebagai mahluk modern, kita sebaiknya ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?
Entah butuh korban berapa banyak lagi, agar kita mematuhi bahwa dilarang menghidupkan / mengaktifkan handphone saat didalam pesawat. Karena sudah banyak sekali bukti kecelakan pesawat terbang yang disebabkan oleh kelalaian penumpangnya, yaitu mengaktifkan handphone ketika berada didalam pesawat. Udah deh... buat apa sih lebih mementingkan kesenangan sementara daripada nyawa anda? bahkan ratusan nyawa penumpang lainnya...tahan diri lah... gak lama ini..., toh nanti juga kalau pesawat aman dan selamat anda bisa meneruskan lagi aktifitas / hobi anda yang sempat tertunda saat anda telah sampai ke tempat tujuan. (sumber)

Jangan Lupa Di Like Ya Gan